TAKUT KULIT GOSONG KARENA KE PANTAI SESUNGGUHNYA MENUNDA KEBAHAGIAAN

September 14, 2019 20 Comments
 TAKUT KULIT GOSONG KARENA KE PANTAI
SESUNGGUHNYA MENUNDA KEBAHAGIAAN
Akhir pekan ini gue berencana jalan-jalan ke pantai Sangiang di Banten. So, semua tugas kuliah harus gue kelarin. Baju-baju gue masukin binatu. Bersih-bersih kamar juga tentunya. Perlengkapan jalan-jalan dan kebutuhan hidup gue cek bener-bener supaya perjalanan gue sempurna. Maklum habis jalan-jalan biasanya gue mesti hibernasi berhari-hari buat ngilangin capek. Jadi semuanya harus dikondisikan supaya hibernasi gue nyaman dan tidak ada gangguan. Gue jalan-jalannya nggak sendiri donk. Jones banget sih sendiri. Gue gabung dengan rombongan backpacker di Jakarta. Begitu mengklik link gabung secara otomatis kita akan masuk grup trip pulau Sangiang. Diantara kita belum saling kenal tetapi tidak masalah karena tujuannya supaya bisa jalan-jalan hemat yang ada temennya.
Penampilan gue yang paling penting dari semuanya. Absolutely, gue nggak takut gosong, cuma risih aja sama komentar netizen. Elo kok iteman sih, kulit lo kenapa? Habis berjemur Rin? Males deh urusan ma beginian. Ribetnya jadi cewek gini nih. Susah ya jadi tipe cewek populer. Padahal gue tomboy banget loh tapi sayangnya menjelang memasuki usia kuliah wajah gue menurut orang-orang itu berubah jadi wajah manja. Makanya temen-temen cowokpun ikutan bawel kalau wajah gue burem karena piknik atau pucet karena kurang piknik. Susahkan gue menghadapi netizen dan para fans.
Kamis ini gue ada kelas pagi dan sore. Siangnya gue bisa belanja dulu ke Detos (Depok Town Square). Detos ini merupakan salah satu swalayan favorit gue. Lokasinya dekat kampus, harganya cukup terjangkau dan pastinya semua yang gue butuhin ada. Detos dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari fakultas gue sekitar 10 -15 menit. Tas ransel sengaja gue kosongi supaya nanti bisa dipakai untuk membawa barang belanjaan. Gue berangkat kulaih naik bikun. Bikun adalah bus milik kamupus yang digunakan untuk memfasilitasi transportasi di area kampus. Semua bus berwarna kuning. Lama tunggu di halte sekitar 5-10 menit. Ukurannya sebesar bus pariwisata.
Kosmetik pertama gue adalah lipbalm kecil warna pink yang bisa dibeli di toko-toko. Itu juga gue beli atas searan seorang teman yang lihat bibir gue sering mengelupas saking keringnya. Sekarang sSunblock merupakan barang penting setiap gue jalan-jalan ke pantai.. Sebelumnya gue sama sekali tidak pernah tersentuh kosmetik tetapi setelah jalan-jalan, kulit gue pasti gosong dan terkadang mengelupas karena kepanasan. Lama-kelamaan gue makin item. Belang di kulit gue jelas banget. Gue mulai peduli dengan kulit gue karena tidak sanggup mendengar komentar netizen yang selalu rewel berkomentar
Wajah gue mulai gue rawat minimal cuci muka dengan facial wash anti jerawat karena setiap bulan gue pasti jerawatan. Kali ini gue mempersiapkan segala sesuatu untuk menjaga kesehatan kulit gue. Untuk wajah gue memebeli yang mengandung spf 30 dan untuk badan gue membeli online handbody dengan spf 50. Lipstik yang gue pakai juga yang waterproof. Deodoran dan parfum gue suka yang wangi bunga dan baunya awet. Jadi kalau gue habis masuk ke kamar mandi wangi gue masih ketinggalan.  Hidung gue senditif dengan bebau dan lagian gue g pede kalau sampai berkeringat banyak dan bau ketek,
Gue selalu menyiapkan tisu basah maupun tisu biasa. Tisu basah perlu dibawa barangkali nggak sempat mandi atau langka air. Tisu facial isi 200 lembar yang dapat digunakan sebagai pengganti kapas. Cukup dengan tisu facial dan toner gue bisa mbersihin wajah yang lengket terkena keringat dan debu tipis.
Peralatan mandi dan handuk kecil gue siapkan dalam satu tempat kecil terbuat dari plastik supaya kalau jatuh di tempat yang berair isinya tidak basah.. Peralatan mandi terkadang gue jadiin satu dengan tempat make up tetapi sepertinya bakalan di tempat terpencil yang mandinya nggak boleh lama-lama karena keterbatasan kamar mandi. Sabun cair gue bawa yang kemasan kecil. Pasta gigi dan sikat yang kemasan kecil juga.
Setiap jalan-jalan gue lebih suka membawa satu tas ransel dan satu tas pinggang dan topi supaya tidak kepanasan. Isi tas pinggang gue adalah segala sesuatu yang paling sering gue pakai. Isinya charger, power bank, gincu, sabun cair, tongsis, dan sebagainya. Gue memakai sepatu kets untuk memulai perjalanan. Sandal jepit gue bungkus platik tinggal diselipin di tas.
Baju sih pengennys bawa selemari tapi berat. Baju bawa secukupnya saja. Baju yang tipis dan mudah menyerap keringat cocok buat di pantai. Pakaian dalam jangan lupa. Satu set baju ganti gue gulung lalu diiket pakai karet kemudian dimasukkan ke dalam plastik. Pakaian yang mau dipakai paling terakhir, gue taroh paling bawah.
Makanan dan minuma bawa secukupnya. Minuman gue beli yang dalam bentuk botol supaya kalau habis bisa diidi lagi. Manana yang mengenyangkan seperti roti basah gue siapain karena gue punya penyakit magh. Cemilan yang bisa dimakan banyak orang bawa juga. Coklat atau permen gue bawa kalau-kalau rasa lapar melanda padahal belum jam makan.

Gue berangkat ke terminal kampung rambutan naik ojek online. Mepo (meeting point) untuk wilayah Jakarta selatan ke selatan adalah di terminal kampung rambutan. Dari terminal kampung rambutan kami akan menuju mepo utama di Cilegon. Sampai di terimal kampung rambutan terlihat beberapa kelompok orang yang sepertinya sedang menunggu bus. Gue sama sekali tidak tahu mana yang rombongan backpacker karena memang belum pernah bertatap muka sebelumnya. Sebagai seorang yang ramah, semua yang ada disekitar terminal lokasi gue salamin. Setelah berkenalan dan sedikit mengobrol, ternyata separo diantaranya bukan rombongan gue. Kocak.. Lain kali kalau mepo gini mestinya memakai dresscode atau semacamnya.
Kami sudah menunggu bus sekitar 30 menit tetapi belum ada tanda-tanda bus datang. Bang Fahmi salah satu rombonganku ingin pergi ke toilet terlebih dahulu. Kami cewek-cewek lalu mengikuti baNg fahmi. Gue sih nggak terlalu kebelet tetapi setiap kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Iya khan? Lebih malu kalau harus minta berhenti diperjalan karena kebelet apalagi para kaum hawa. Selesai dari toilet, kami berfoto-foto terlebih dahulu sambil menunggu bus yang yang akan membawa kami ke Cilegon tiba.

Pukul 20.30 WIB ada bus yang berhenti tepat di depan kami. Om Hans salah satu anggota  rombongan mengkonfirmasi. Kami berbondong-bondong naik ke bus dengan penuh sukacita. Bus melaju ke Cilegon dengan lancar. Tas ransel diletakkan di bagasi atas tempat duduk. Tas pinggang, minuman dan coklat yang gue taroh bawah. Beberapa dari kami asyik mengobrol dan sebagian tidur. Gue termasuk tipe yang sulit tidur meskipun sudah berusaha memejamkan mata.
Dinginnya Ac dan udara malam membuat kulit wajah gue membeku. Bibir gue serasa akan mengelupas. Rasanya nih bibir pengen gue jilatin biar lembab. Untungnya di tas pinggang ada lipbalm dan gincu. Badan gue mulai menggigil. Tangan gue jadi pengen ada yang genggam saking dinginnya.


Bus seperti mulai melambat. Tak selang berapa lama bus masuk Kota Cilegon. Pukul 00.30 rombongan gue turun d depan KFC yang buka 24 jam. Habis makan-makan ke toilet dulu pakai gincu biar nggak pucet. Kami membeli makanan dan minuman sebelum berganti dengan angkot lokal untuk menuju masjid Cilegon. Pukul 01.00 rombongan satunya datang bergabung dengan rombongan gue untuk menuju masjid Cilegon bersama-sama. Di masjid Cilepon sudah ada rombongan ketiga. Di masjid Cilegon seluruh anggota sudah lengkap.
Pukul 02.00 kami rombongan lengkap menuju pelabuhan Paku anyer.  Sekitar 1 jam perjalanan kami sudah sampai pelabuhan paku. Kita kumpul di dermaga untuk istirahat dan sebisa mungkin tidur. Meski 100 meter dari masjid pelabuhan sudah pantai, udaranya lebih bersahabat karena justru hangat. Lebih baik daripada di Bus AC dari terminal kampung rambutan.
Beruntungnya jadi cewek adalah banyak cowok yang rela meminjamkan sleeping bag ke kita kaum hawa. Cowok-cowok sudah cukup tidur telentang tanpa alas. Gue langsung posisi tidur disamping Mbak Susi yang badannya gemuk berisi. Orang yang lemaknya banyak badannya lebih hangat dan bisa jadi bantal. Hahah…
Suara azan terdengar bersahutan menggema. Rasanya gue belum tidur sama sekali. Acara usai subuh adalah sarapan dan acara bebas. Meski masih pagi buta di pelabuhan ini sudah ada yang menjual nasi uduk. Lumayan buat ganjal perut. Kami tidak menyia-nyiakan momen matahari terbit. Kami berfoto-foto dan gue sempet mandi pagi donk supaya tampil cantik dan segar. Pakai sunblock dulu sebelum terpapar matahari.


Pukul 06.30 Kami berangkat menyeberang ke pulau Sangiang menggunakan dua perhu nelayan untuk mengangkut rombongan kami. Pukul 07.30 kami sudah sampai ke spot snorkling yang pertama. Sebelum snorkling gue memakai sunblock full body. Bang Fahmi dan yang lain meminta sunblock gue juga padahal mereka juga sudah memakai sunblock milik mereka sendiri.
Sudah lebih dari dua jam kami di spot snorkiling pertama. Lautnya jernih sampai dasarnya bisa kita lihat. Terumbu karangnya bagus. Ada ikan nemo kecil-kecil. Puas rasanya main air. Sebenarnya gue nggak bisa berenang. Untungnya ada pelampung dan ada Bang Fahmi yang bisa jadi pegangan. Kesel gue akhirnya dikerjain. Akhirnya gue pakai tenaga buat kembali ke kapal. Capek juga ya berenang sendiri meski ngambang. Airnya pasti asinlah. Air laut kalau kena mata pedih rasanya.


Kami berlayar kembali untuk menuju spot snorkling berikutnya. Jahanam ternyata sunblock gue tinggal dikit banget mana mahal. Alamat gosong lagi. Pukul 11.00 kami tiba di pulau sangiang. Gue dan mbak Susi sudah berencana untuk bisa mandi diurutan pertama. Begitu kapal merapat di pulau Sangiang, gue dan Mbak Susi langsung lari supaya bisa mandi duluan. Sayangnya gue lari dengan tangan kosong sehingga harus kembali ke kapal untuk mengambil barang bawaan gue.
Gue lompat dianatar kapal-kapal untuk mengambil tas gue. Sudah balik badan giliran jaket gue masih ketinggalan. Ogah balik gue suruh awak kapal buat ngelempar jaket ke arah gue. Kencengnya angin membuat arah lemparan jaket gue bergesar. Darrr… jatuh kelaut. Basah jaket gue. Abang-abang yang rupanya mengamati gue lari bolak-balik ketawa puas banget. Sialan… Pak nelayan ngasih usul supaya jaket gue dijemur di kapal saja. Dijamin aman katanya. Sadar dari kejauhan jaket gue dijadiin bendera. Duh.. Ide pak nelayan memang cemerlang.

Beruntung yang lain masih lebih milih cari makan dan minuman dulu. Gue bisa mandi pertama tetapi kamar mandinya kok tidak ada? Gue sampai ke sebuah masjid. Cuma ada kran buat wudhu. Tidak ada kamar mandi tertutup. Gue lihat sekeliling cuma pepohonan dan sepi. Mbak Susi nyuruh gue buat buru-buru mandi sebelum ada yang melihat. Astaga ini saran bagus atau menyesatkan? Bagaimana kalau tiba-tiba ada cowok dateng. Mbak susi nutupin gue pakai handuk besar. Gue langsung mandi kilat dan langsung memakai pakaiann yang gudah gue set sebelum perjalanan. Baju basah gue masukin ke plastik baju ganti gue.
Pas gue selesai mandi ada cowok dateng mau mandi juga. Sialnya ada bapak-bapak penduduk sekitar langsung melarang cowok itu untuk mandi. Mbak Susi milih ngeramasin rambut aja terus ganti baju. Di ujung selatan masjid rupaya ada sebuah kamar mandi. Ada bak tetapi tidak ada airnya. Kamar mandinya juga tidak berpintu. Dua cowok mondar-mandir sambil membawa air menuju kamar mandi. Rupanya mereka akan mandi bareng. Hiii.. Mereka memasang handuk besar sebagai pengganti pintu. Saat tertiup angin pantai yang memang kencang, handuknya tersibak-sibak. Cowok-cowok lain yang diluar sibuk menggoda kedua cowok itu.

Gue beristirahat di serambi masjid sambil berdandan. Bedak dan pensil alis gue ketinggalan. Gue nggak masalah nggak pakai bedak selama masih ada foundation spf 30. Pensil alis gue mesti cari pinjeman. Alis gue tipis dan dikit. Gue nggak pede kalau tanpa pensil alis. Selesai dandan, makan siang, dan sholat kita melanjutkan untuk trekking di goa kelelawar.
Kita berjalan membelah pulau menuju goa. Berjalan sekitar 30 menit makin lama tempatnya semakin gue. Gue harus semprot-semprot parfum dan memakai masker kalau udah gini. Rupanya di depan sudah pintu masuk goe kelelawar. Sesuai dengan namanya, disana banyak kelelawar dan bau kotoran kelelawar dimana-mana.
Sudah cukup di goa kiat langsung menyusuri pulau untuk menuju pantai pasir panjang. Pantainya seperti semenanjung bisa kita lihat dari atas pulau. Gue yang suka capek jalan sekarang gabung dengan Bang Eman yang sepertinya suhu jalan. Naik turun dataran pulau. Pukul 15.00 kami kembali ke titik kumpul dan sholat. Pukul 15.30 kami menuju ke dermaga untuk menyeberabng kembali ke pelabuhan Paku anyer. Jaket gue sudah dilipet rapi oleh pak nelayan. Hangat seperti habs disetrika. Pukul 16.30 kami tiba di pelabuhan paku anyer. Sekitar pukul 22.00 estimasi tiba di Jakarta.
Tangan gue belang sempurna dan wajah gue gelap tetapi gue bahagia. Gue punya tanaman pusaka buat mulihin kulit gue. Tanaman pusaka gue tentu aja lidah buaya. Bukan lidah mantan ya. Satu daun lidah biaya bisa buat ngolesin wajah dan tangan kaki gue. Sisanya gue pakai buat keramas dicampurin sampo. Besoknya siap ngampus lagi. Tetap syantik syalala..




ARDAFA HOMESTAY

September 01, 2019 Add Comment
ARDAFA HOMESTAY

WA:https://api.whatsapp.com/send?phone=6285729936162


https://www.google.com/maps/place/Ardafa+Homestay/@-7.6895331,110.4776633,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e7a5d5499577afd:0x2314b907690fdf4!8m2!3d-7.6895384!4d110.479852


10' utara candi prambanan 
10' timur UII Jalan Kaliurang

LOKASI 
ARDAFA HOMESTAY



Dilema Candra Part 3

Mei 02, 2019 23 Comments

Candra yang sempat berkeliling dengan Deni, kini telah menemukan tempat bagus untuk tidur siang. Siang ini usai makan, Candra dan Rio pergi ke sebuah gubuk di pinggir sawah dekat kebun yang sangat luas Saking luasnya kebun itu hampir mirip hutan. Kebun itu tak terawat dengan pohon-pohon dan semak belukar yang tumbuh tak teratur.  Gubuk itu terletak di ujung belakang desa Deni sehingga pasti tidak akan ada yang tahu kalau mereka bermalas-malasan tidur di gubuk itu. Di dekat gubuk terdapat sebuah sungai yang mengairi  lahan pertanian desa-desa disini. Sungai itu jernih dan mengalir tenang. Batu-batu di dasar sungai terlihat dengan jelas. Beberapa ikan berenang-renag disungai itu. Di tepi sungai juga ada kepiting yang berjalan pelan di tanah. Suara-suara burung ternang hinggap di pohon dekat gubuk semakin menambah lelap tidur mereka berdua. 

Rio terbangun kaget mendengar suara gaduh. Duduk lalu berdiri melihat ke arah suara.
Rio :'Ndra, bangun" sembari menggoyang tubuh Candra 
Candra : 'Ada apa sih? ngagetin aja!' kesal karena dibangunkan tiba-tiba
Rio ; 'Denger nggak?' sambil menyuruh Candra tenang
Candra :' Ramai banget kayaknya?' mendengar dengan jelas suara yang dimaksud Rio
Rio : 'Ayo kita lihat!' Rio menarik tangan Candra tanpa menungu jawaban

Mereka berjalan ke arah suara memasuki kebun yang sangat luas tadi. Setelah masuk sekitar 500 meter mereka mulai melihat orang lalu lalang. Semakin ke dalam, terdapat kerumunan orang membentuk lingkaran dan beberapa kendaraan terparkir di dekatnya. Rio melihat ada sosok yang dikenalnya. Pemuda itu seperti mengatur situasi di luar kerumunan. Semakin mendekat Rio semakin yakin kalau pemuda itu Rahmad, teman Deni memancing. Rio memanggil-manggil Rahmad agar mendekat menemu mereka dipinggir. Rahmad yang seperti orang penting di tempat itu menyambut mereka berdua dengan banggga. Rupanya kerumunan itu sedang melakukan sabung ayam.

Setiap orang harus membayar Rp. 50.000,- untuk dapat melihat sabung ayam setiap kali masuk. Sabung ayam dimulai pagi hari sampai sore bahkan malam. Rahmad termasuk panitia yang turut mengatur acara sabung ayam. Dia diberi tugas untuk supervisi bagian parkir dan pendaftaran. Rahmad sudah seperti staf ahli. Dia menjelaskan segala sesuatu tentang sabung ayam layaknya narasumber profesional. Dia menjelaskan bahwa sabung ayam ini sudah berskala nasional. Dari luar kota bahkan luar provinsi turut mengikuti sabung ayam ini. Kegiatan ini mengandung unsur taruhan atau judi  sehingga tempatnya memang dirahasiakan. Tempat pelaksanaannya juga berpindah-pindah. Terkadang memakai lapangan voli indoor atau di rumah juragan yang tanahnya luas. Polisi yang sudah terlanjur tahu biasanya diberi uang tutup mulut, bahkan beberapa polisi juga turut berpartisipasi dalam acara sabung ayam.

Paman Rahmad yang bernma Sapta sejak mudanya telah aktif mengikuti acara sabung ayam ini. Sapta dekat dengan keponakannya sejak Rahmad masih kecil, Ayam-ayam yang dipelihara pamannya memang ayam bagus kualitas petarung. Harganya mulai dari dua ratus ribu sampai puluhan juta. Sapta sangat ahli merawat ayam karena sudah dilakukan selama belasan tahun. Sapta terkadang membeli anak ayam yang masih sangat kecil dari ras pemenang untuk menghemat biaya karena ayam yang sudah besar harganya dapat mencapai pululahn juta. Sapta telaten merawat dan melatih ayam dari kecil dan membesarkannya menjadi ayam petarung yang tak terkalahkan. Sapta sekali waktu selalu menyempatkan untuk berburu ayam langsung ke peternaknya Beberapa ayam dibeli secara online. Kadang-kadang juga harus preorderterlebih dahulu. Jaman sekarang, ayam sudah seperti barang bisa dibeli dengan cara COD atau pesan dulu. Peminat ayam memang tahu ras mana yang unggul sehingga rela mengantri jika persediaan habis. Cara-cara merawat ayam didapat Sapta dari youtube maupun dari bertanya kepada yang berpengalaman. Ayam yang matanya merah setelah bertarung diberi salep mata khusus ayam supaya tidak infesiksi karena jamur atau kotoran selama bertanding. Sapat juga sudah lihai menyuntik ayam. Tempat penyuntikan ayam tidak boleh sembarangan. Dosis penyuntikan dan jenis obatnya juga berbeda dari manusia, Ukuran jarum dan volumenya harus tepat. Jika salah bisa terjadi hal fatal. Orang-orang di apotik sering mengira Sapta sebagai seorang dokter. Ketika Sapta datang, tukang parkirpun menyambutnya dengan sapaan pak dokter. Sapta tentu saja menikmati momen disangka dokter. Sapta semakin ramah dan berakting bak dokter betulan.

Hari ini acara sabung ayam berbeda dari bisanaya. Januh lebih  ramai dari biasanya karena ayam superior milik bos Cina dari Jogja ikut bertanding. Ayam ini sudah tersohor selalu menang di setiap pertandinangan. Bos Cina datang ke acara sabung ayam bersama anak buah dan kolega-koleganya.  Mereka seperti gerombolan mafia. Bos Cina botak memakai jas dan kacamata hitam. Enam mobil mewah terparkir dengan sangat mencolok karena memang sudah disediakan tempat khusus. Tibalah saatnya ayam bos Cina berhadapan dengan ayam milik Sapta. Para penonton mulai memperbesar taruhannya. Ayam Sapta yang tak terkalahkan. Ayam hitam cengger merah milik Sapta berkokok-kokok sombong. Ayam putih berbulu bagus milik bos Cina tampak tegang. Ayam itu bertarung sengit. Penontonn semakin riuh. Bandar memancing emosi para penonton agar memperbesar taruhannya. Ayam putih itu sudah banjir darah. Bulu-bulunya yang mulus mulai rontok. Ayam Sapta juga sempat menggelepar karena terbanting di awal pertandingan. Kepala ayam Sapta sudah menggundul bercucuran darah. Ayam Sapta bangkit lalu mengamuk habis-habisan. Tetap mematuk dan mencakar-cakar meski ayam putih sudah ambruk tak kuat berdiri. Akhirnya ayam Sapta keluar sebagai pemenang dan Sapta kaya mendadak, seketika menjadi jutawan.

Usai pertandingan legendaris itu, Sapta membawa ayamnya ke pinggir menjauh dari kerumunan yang masih melakukan pertandingan lainnya. Teman Sapta sudah menyiapkan semua kebutuhan P#K untuk ayam Sapta di dekat pohon duku. Sapta membopong ayamnya dengan hati-hati menuju markas pengobatan yang sudah disiapkan sebelumnya. Dia memberi minum ayamnya vitamin dan mengobati luka-lukanya. Bos Cina memang sudah menghubungi Sapta jauh-jauh hari karena sangat ingin menantang kehebatan si hitam yang sudah sangat tersohor belakangan ini. Tak selang berapa lama Bos Cina dan sekelompok berjas hitam mendekati Sapta. Rupanya si bos ingin membeli ayam Sapta. Sapta disodori uang satu tas besar disuruh mengambil sendiri sesuka Sapta. Namun konon kata temannya, menjual ayam yang baru saja menang adalah pamali karena bisa mengundang sial seperti selalu kalah dipertandingan-pertandingan selanjutnya. Percaya atau tidak, apabila akan melakukan sabung ayam seperti ini, Mereka tidk ada yang melakukan hubungan suami istri karena jika dilanggar ayamnya akan langsung kalah. Mitos-mitos seperti itu sudah lama ditaati para peserta sabung ayam. kali ini Sapta sangat ragu-ragu karena uang ratusan ribu di tas itu benar-benar penuh. Barangkali isinya sampai ratusan juta. Sapta menoleh ke temannya berharap jawaban memuaskan. Teman Sapta hanya menggelengkan kepala lalu mengatakan terserah saja. Sapta dengan sangat menyesal menolak permintaan bos Cina tetapi menawarkan ayam lain. Sapta mengundang bos Cina untuk datang ke rumahnya dan memilih ayam yang lain.

Candra :' Gila Mad, pamanmu! komentar Candra tak sanggup menahan diri
Rahmad :' Ya begitulah Ndra, Kita punya sesuatu yang dipercaya'. Sok bijaksana meski juga sangat kecewa pada pamannya.
Rio :'Sabung ayamnya riuh banget, nggak bakalan sampe ada perkelahian kan Mad? Rio mulai Cemas sambil melihat-lihat ke arah mana dia akan menyelamtakan diri.
Rahmad :' Selama ini sih aman-aman saja, lagian banyak saksinya mana yang menang atau kalah. Oh iya, Bapaknya Deni mau sekali-kali ngelihat acara ini. Aku kirim SMS dulu ya hampir kelupaan mau ngabarin.' Mulai mengirim SMS.
Rio :' Nomermu berapa Mad? sini ku misscall' sembari menyikut Candra yang nggak cerdas.
Candra :'Nomernya Deni berapa Mad? segera tanggap sambil meminta dengan nada merayu.
Rahmad :'Nih!'. Merasa sebagai orang penting menuruti permintaan mereka tanpa banyak tanya.

Sekitar tiga pulih menit kemudian, bapaknya Deni sudah terlihat berjalan mendekat ke kerumunan. Beliau memakai kaos polo biru  dan celana panjang hitam. Badannya yang tinggi tegap dan berkumis lebat memang sangat mencolok. Anehnya beberapa orang berjalan menjauh, beberapa berlari menaiki kendaraannya dan pergi. Lalu yang lain mengikuti sambil kocar-kacir. Ada beberapa yang lari sampai meninggalkan ayamnya yang kebingunagn karena panik.
Candra :' Kenapa sih Mad kok pada lari?.
Rahmad :'Mungkin dikiranya bapaknya Deni mau nangkep mereka. Jawab Rahmad tanpa dosa
Candra :"Maksudnya?
Rahmad :' Bapaknya Deni kapolsek'.
Sebenarnya Bapaknya Deni cuma pengen lihat-lihat saja. Beliau sudah tahu ada kegiatan itu berlangsung bertahun-tahun tetapi memang belum pernah menyaksikan langsung.  Lagipula beliau tidak berseragam dan hanya datang sendiri tanpa anak buah. Banyak orang yang terlanjur mengenal beliau sebagai Kapolsek makanya pada ketakukan takut ditangkap. Rahmad menceritakan bahwa pada hari ini adalah acara terbaik makanya bapaknya Deni bermaksud untuk turut melihat langsung.Kerumunanpun bubar, tinggal panitia yang kemudian menyalami pak Kapolsek. Bapaknya Deni sudah paham situasi. Beliau hanya mengobrol sebentar lalu pergi.

Candra mengajak Rio untuk pamit. Dia ingin mendekati Bapaknya Deni. Dia berpesan pada Rahmad untuk nanti kirim SMS aja. Deni berjalan cepat agar dapat menysul calon mertua. Mereka mengobrol sepanjang jalan. Rio mendukung Candra dengan menyampaikan kebaikan Candra yang dilebih-lebihkan. Sampai di depan  rumah Deni, Candra dan Rio berpamitan seolah-olah belum mengenal Deni karena ingin membuat bapak Deni terkesan dengan rencana selanjutnya. Candra berlari-lari kegirangan merasa telah mendapatkan hati calon mertua. Rio hanya tertawa-tawa tidak jelas sambil melihat pesan di telepon genggamnya. Rupanya Rahmad memberitahu bahwa ayam pamannya yang tadi menang sekarang sudah mati. Pamannya mau menginap di rumahnya malam ini karena istrinya marah-marah setelah tahu tadinya mau dibeli sampai ratusan juta.

Bersambung....






DILEMA CANDRA PART 2

Februari 24, 2019 17 Comments
Candra tengah mengikuti kegiatan perkemahan bakti di sebuah desa yang lokasinya cukup terpelosok dan dengan tingkat ekonomi rendah.


 Baca http://airinku.blogspot.com/2019/01/dilema-candra.html. Supaya lebih paham tentang Candra kalian mesti baca http://airinku.blogspot.com/2018/09/keluarga-dedi.html
Candra dan Rio meminum es teh dalam sekali teguk. Mereka berdua begitu kelelahan dan mengeluh sepanjang jalan. Bagaimana tidak, mereka berdua belum pernah berjalan kaki selama 30 menit dengan medan yang naik turun seperti di desa Deni. Pergi ke warung di ujung gang sekolah yang terlihat dari ruang kelas saja mereka naik motor. Candra bergerak menuju teko air aputih yang tersedia di ujung meja sebelah. Meminum langsung dari corong teko. Deni dan kedua temannya hanya tersenyum-senyum sambil menahan tawa.

Rio : 'Es tehnya sudah belum Pak?' Mulai tak sabar karena pesanan gelas keduanya belum datang,
Penjual : 'Sebentar lagi Mas!' Masih sibuk mebiatkan segala macam pesanan pelanggan lain yang juga sudah menunggu.

Warung mi ayam ini entah enak atau karena hanya satu-satunya Candra sangat heran kenapa ramai sekali yang beli. Warung ini dibuat dengan rangkain bambu dan beratapkan seperti terpal lalu diberi jerami. Terdapat empat bangku panjang dan juga kursi kayu panjang yang mengapit meja. Di luar warung masih digelar tikar panjang. Hawanya cukup sejuk karena angin yang bertiup sepoi-sepoi. Tersapat pohon talok yang komposisi pohonnya seperti payung. Beberapa yang pesan utuk dibugkus berdiri di atas motor. Jalan didepan warung sudah agak datar. Bapak penjual mi ayam itu dibantu seorang wanita paruh baya bertubuh subur sedikit pendek tetapi  gesit membuatkan minum dan menyajikan segala pesanan ke pelanggan. Di belakang terlihat anak laki-laki seusianya mencuci mangkuk-mangkuk dan gelas -gelas sepertinya anaknya. 

Candra dan Rio melahap mi ayam yang baru sadar diantarkan. Mereka seperti sudah tidak makan berhari-hari. Deni dan kedua temannya kembali menahan tawa melihat musafir di depan mereka. 
Rio : ' Mi ayamnya semangkuk lagi Pak!
Candra :' Saya juga Pak, saya juga! 
Penjual Mi : 'Njih Den'
Candra : 'Saya Candra Pak, yang paling ganteng, bukan Deni'
Terdengar tawa meledak-ledak dari Deni dan yang lainnya.
Candra :' Apa sih?' Candra mulai sadar dia ditertawakan mukanya merah, tetapi tetap stay cool dan ikut tertawa.
Candra ; 'Untung kamu nggak merasa terpanggil Den' berkata sambil memandangi Deni yang cakep.
Deni :' Ngaco kamu, mana mungkinlah' menjulurkan lidahnya pada Candra
Candra :' Namamu kok Deni sih beb? seperti nama laki-laki saja' masih terus menggoda Deni
Deni : ' Mungkin dulu ayahku pengen punya anak laki-laki' Jawab Deni asal'
Candra: 'Rumahmu sebelah mana Den? aku sedang berkemah di lapangan dekat sini' tanya Candra sungguh-sungguh.
Deni :'Deket sini juga kok'
Candra : 'Sebelah mana? boleh kami main?
Deni :' Boleh aja"

Rio dan kedua teman Deni sedang asyik sendiri membicarakan JKT 48. Candra merasa mendapatkan dewi fortuna. Candra menggali segala macam informasi tentang Deni sambil melakukan aksi tatapan mautnya. Namun, alih-alih Deni yang terbius justru Candralah yang semakin terpesona terhadap Deni. Gambungan cakep dan tomboy, Deni terlihat semakin keren dimata Candra.

Candra: 'Den, sepertinya aku tidak tahu arah jalan ke lapangan tempat kami berkemah' Kata Candra dengan bernada sok panik
Deni :'hmmm, nanti bareng aja, kalau pulang aku selalu lewat lapangan yang kamu maksud itu'
Candra : 'Ini total pesanan kami berapa pak? pesanan Deni dan temannya saya yang bayar' Gaya Candra bak gentleman
Bapak penjula mi ayam mengatakan pesanan deni dan temannya sudah di bayar daritadi sebelum Candra datang. Candra datangnya memang hampir terpaut setengah jam kemudian. Pesanan yang belum dibayar tinggal milik Rio dan Candra saja. Batal Candra jadi pahlawan tetapi Rio sangat senang karena bisa makan gratis.

bersambug................... Maafkan lagi ada diklat, besok diambung lagi










Dilema Candra

Januari 27, 2019 29 Comments
Dilema Candra

Candra, kakak ketiga Dedi sedang melakukan kemah dan bakti sosial. Kegiatan itu rutin dilakukan di SMA Candra setelah ujian sekolah semester genap dilakukan sambil menunggu pembagian rapor. Tempat yang dipilih merupakan daerah yang masih dianggap marginal dengan tingkat ekonomi penduduk yang masih rendah dan sejenisnya karena salah satu tujuannya memang untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diikuti siswa kelas 1 dan kelas 2. Satu angkatan di sekolah Candra jumlahnya 300 orang. Karena diikuti 2 angkatan maka pesertanya lebih dari 600 orang beserta pembimbing dari sekolah dan alumni yang turut berpartisipasi.  Perkemahan ini membagi kelompok sesuai organisasi/ klub yang ada di sekolah. Para siswa bebas meilih klub sedangkan Candra memilih masuk ke Rohis (kerohanian islam). Candra yang suka musik dan seni memilihnya karena ada modus tersendiri. 

Pengabdian yang dilakukan rohis biasanya lebih ke keagaaman dan tentunya menjadikan masjid  setempat sabagi pusat kegiatan. Kabarnya daerah yang dipakai memang sulit air dan medannya sebuah perbukitan. Jarak rumah satu dan yang lainnya cukup jauh. Tentu saja Candra memilih tidur di masjid daripada di tenda yang berada di tengah-tengah padang kering jauh dari air, panas terik di siang hari dan dingin di malam hari. 

Setelah perjalanan 2 jam di atas truk, sampailah Candra dan siswa sekolah yang akan melakukan kemah di lokasi. Setelah pengarahan singkat, mereka membangun tenda. Rohis mengujungi takmir masjid untuk meperkenalkan diri dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. Candra yang tidak ingin di padang gersang yang digunakan untuk berkemah tentu saja sudah membuntuti seniot-seniornya dengan dalih siap membantu apapun. Halaman rumah takmir masjid sangat luas. terdapat ayunan dari kayu dan kursi-kursi taman dihalaman rumahnya. Sepertinya beliau orang paling kaya di kampung ini. Kampung ini terlihat ramai karena klub lain juga menuju kampung dengan program kegiatnnya. Klub pecinta alam mengecat pos ronda dan memperbaiki jalan. Klub science menuju sekolah dan begitu juga klub lain langsung segera menjalankan program kerja yang sudah direncanakann jauh-jauh hari. Sore harinya rohis akan menuju kampung dan masjid untuk melakukan kegiatan pengabdiannya. Candra membantu adik-adik belajar membaca Iqra. Seusai mebaca rohis mengadakan sedikit permainan untuk menghibur anak-anak. Malamnya akan mengadakan pengajian. 

Niat Candra sebenernya hanya ingin jalan-jalan dan menemukan kembang desa. Dia dan temannya Rio memilih berjalan-jalan memisahkan diri dari rombongan. Lagipula yang ikut bergabung dengan klub Rohis jumlahnya hampir 200 orang. Candra dan Rio berjalan-jalan meniti bukit di kampung itu lalu turun menuju sungai. Dia melihat ada 3 anak sebayanya sedang asyik memancing. Candra menghampiri mereka diikuti Rio. Candra mengulurkan tangannya ke arah anak berbaju biru yang posisinya paling dekat dengannya.
Candra : "Perkenalkan saya Candra siswa SMA yang melakukan perkemahan di desa ini".
Anak berbaju biru: " Sssttt"! dia tidak berbalik dan hanya membalas jabat tangannya.
Tiba-tiba Candra terciprat air sungai saat anak itu menarik kailnya. Saking kagetnya dengan gerakan tiba-tibak anak itu, Candra sampai terjungkal. Anak berbaju biru itu berteriak kegirangan mendapatkan hasil tangkapannya yang cukup besar sedangkan dua temannya belum mendapatkan ikan. Rupanya mereka sedang lomba mancing. Bertaruh yang mendapatkan ikan duluan maka akan ditraktir mie ayam 2 mangkuk. 

Anak berbaju biru itu ternyata seorang gadis manis. Tomboy sekali, rambutnya dipotong pendek dan sangat cuek. Secara Candra yang seorang idola di sekolahnya sepertinya hanya dianggap laki-laki biasa.Mereka bertiga membereskan perlengkapan pancingnya dan akan menuju warung mie ayam. Anak berbaju biru memperkenalkan namanya.
Deni : "Namaku Deni, namamu Candranya ya? Ini Anto dan Rahmad". Deni memperkenalkan kedua teman disampingnya, mereka saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri.
Candra : "Kalian mau kemana?"
Deni : "Mau beli mie ayam".
Candra : " Aku juga lapar nih, kami boleh gabung?" Candra menanggapi gengan gaya don juan dan tebar pesona seperti biasanya. Berharap akan gadis itu akun terpesona dengan ketampannannya.
Deni : "Boleh, tapi tempatnya jauh, anak kota seperti kalian sanggup nggak?" Jelas Deni
Candra :"Sannguplah, kitakan laki-laki" Jawab Candra tidak ingin diremehkan.
Mereka berjalsn menaiki bukit lalu melewati jalan setapak di tengah-tengah sawah, memutar melewati pekarangan yang penuh dengan pohon seperti hutan. Candra sudah mulai ngos-ngosan tetapi menahannya. Akhirnya sampai juga setelah lebih dari setengah jam berjalan kaki.

Candra dan Rio tertinggal jauh dibelakang. Deni dan teman-temannya sudah memesan es teh dan mie ayam. 
Candra : "Rio, capek banget aku, mereka sudah di depan jauh"
Rio :" Aku juga".
Begitu melihat warung mie ayam di atas, Candra dan Rio berlari ingin segera minum. Candra dan Rio langsung memesan es teh ke penjualnya.
Deni :"Nih". menyodorkan 2 gelas es teh dan 2 mangkuk mie ayam yang rupanya sudah dipesankannya sedari tadi. 
candra dan Rio langsung meminum segelas sampai habs lalu memesan es teh lagi.


bersambung...







GRIYA ARDAFA JOGJA

Januari 10, 2019 8 Comments
GRIYA ARDAFA JOGJA
KOS HARIAN BULANAN MINGGUAN TAHUNAN

Alamat Griya Ardafa
Jl. Sekar Mirah No.1, Joho, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
0857-2993-6162
Berikut nomor telepon pemilik: +6285729936162. whatsapp, klik link ini https://api.whatsapp.com/send?phone=6285729936162

https://www.trivago.com/hotelmanager/description/9002752/description.html#/descriptions/create/en

Bagi agen tour travel atau perseorangan yang ingin bekerjasama, harga dapat negotiable 

GRIYA ARDAFATarif di Griya Ardafa dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk memastikan mendapat kamar dapat, Pengunjung dapat  melakukin booking melalui traveloka. https://www.traveloka.com/en/hotel/indonesia/griya-ardafa-male-only-3000020010877

Atau melakukan pembayaran melalui transfer Bank ke rekening pemilik. Pemilik tidak menerima DP untuk memudahkan pengunjung lain yang benar-benar Fix mendapatkan kepastian. 
GRIYA ARDAFA hanya menerima  male only untuk yang jangka panjang.

GRIYA ARDAFA berlokasi di area kampus-kampus Favorit di Yogyakarta yaitu UGM, UNY, UPN, UII, AMIKOM, MERCU BUANA, POLTEKKES PERMATA INDONESIA . Selain itu dekat dengan Hatono Mall, Terminal, Kantor Pemerintahan, Pasar, Rumah makan dan fasilitas umum lainnya. GRIYA ARDAFA sangat menjunjung tinggi kebersihan dan kenyamanan sehingga pengunjung juga harus menjaga kebersihan dan dilarang merokok atau mabuk.


Lingkungan sangat nyaman, tenang dan cocok untuk belajar dan beristirahat atau sekedar transit dari atau akan melakukan perjalanan. Jarak ke Masjid dan ke lapangan yang biasa digunakan untuk parkir mobil adalah sekitar 5 rumah. Jarak ke stasiun dapat ditempuh dalam 15-20 menit sedangkan ke bandara sekitar 25-30 menit. Lokasi yang terletak di seberang ring road utara membuatnya semakin strategis bagi yang akan ke Jawa Tengah, Magelang-Solo-Klaten-Boyolali-Semarang-Kebumen. 


Tipe Standar


  GRIYA ARDAFA memiliki 11 kamar dengan 2 tipe yaitu Standar dan Dormitory. Selain itu diberikan diskon untung yang menginap dalam jangka panjang atau jumlah orang cukup banyak.
Berikut nomor telepon pemilik: +6285729936162. whatsapp, klik link ini https://api.whatsapp.com/send?phone=6285729936162
Tipe Standar
1 org/ hari       = 110rb        2 org/ hari = 200rb
1 org/ minggu = 500rb        3 org/ hari = 270rb
1 org/bulan     = 1.100.000 rb     4-6 org/ hari = @75rb
1 org/3bulan   = 3 jt



Tipe Dormitory
 Tipe Dormitory (kap 6 orang)
1 org/ hari       = 75 rb    
1 org/ minggu = 300rb        
1 org/bulan     = 600rb      
2 org/bed/hari = 130rb
4-6 org/hari    = @50rb



BALKON


Fasilitas di griya ardafa meliputi wifi, tempat tidur, lemari, meja, kamar mandi dalam, dapur, gantungan baju, tempat jemur, balkon  tempat jemur dan parkir motor. Untuk yang membawa mobil dapat diparkir di lapangan yang biasa digunakan untk parkitr umum warga sekitar. Jaraknya 5 rumah ke arah kiri. Jam malam bebas 24 jam. Tarif sudah include biaya wifi, listrik, air, sampah, dan pajak.
DAPUR
GRIYA ARDAFA menghadap selatan. Dapur terletak di sisi depan samping Balkon dan tempat jemur terletak di belakang. Masjid 5 rumah ke barat/ kanan dan lapangan 5 rumah ke selatan/ kiri. 



Semua kamar yang disewakan terletak di lantai 2 dengan bukaan depan dan belakang sehingga membuat sirkulasi udara lancar dan cukup sejuk. Sengaja dibuat dengan konsep ECO GREEN untuk menjaga kualitas kesehatan penghuninya.






Kamar mandi dalam yang tersedia adalah toilet jongkok dan 1 toilet duduk yang dilengkapi kran shower, gantungan baju, dan ember untuk menghindari adanya jentik-jentik nyamuk. Alas kaki dapat diletakkan di rak sepatu yang terletak di samping tangga untuk naik ke kamar, samping balkon sisi depan, dan di tempat jemur sisi belakang. Alas kaki harap dilepas untuk memastikan lantai tetap bersih sehingga nyaman beraktifitas.




DEDI SI PELAKU TABRAK LARI PART 2

Desember 06, 2018 18 Comments
"Kuuukkk..uu..k ..ukk". Ayam jago Ibu berkokok lemas.
Ibu sangat khawatir dengan keadaan ayam kesayangannya. Ibu sedang emosi sampai malas berdiskusi lagi dengan bapak yang dianggap tidak punya persaaan. Ibu berusaha semampunya menangani ayam kesayangannya. Ibu masuk kerumah mengambil betadin dan kasa. Darah yang keluar dan kotoran yang menempel di badan si ayam ditangani ibu bak perawat profesional. Kaki ayam di bebat agar darah segar berhenti mengalir keluar. Tubuh ayam yang penuh debu dilap dengan kain yang sudah dibasahi dengan air hangat.


Dedi : "Ngapain sih Bu? kok dari tadi kesana kesini sok sibuk banget? tanya Dedi yang memarkir sepeda tak jauh dari kandang ayam.
Ibu : "Ini lho si bangkok sekarat". Timpal ibu sekenanya
Dedi : " Kok dimandiin to bu ayamnya? kayak bayi aja. Nanti masuk angin lho!" Dedi menyahut asal sambil mengamati slebor sepedanya yang agak miring. 
Ibu : "Mandi sana! dah hampir magrib". Sahut Ibu yang tambah emosi mendengar seloroh Dedi. Ibu tidak ingin mendengar komentar Dedi lagi yang terasa pedas ditelinga.
Dedi : "Belum ada jam 5 kok", Karang Dedi.
Ibu : "Kamu nggak tahu ya kalau si bangkok luka parah? untung ditemuin Mbak Nur di kebunnya pakde Waridi". Jelas ibu masih sambil menahan emosi. Dedi mulai teringat kejadian ketika sedang bermain balap sepeda. Kebu pakdhe Waridi yang sangat luas dan banyak pohon besar memang lokasi favorit anak-anak kampung untuk bermain. Ayam jago yang ditabraknya sempat terpental dan Dedi sendiri hampir jatuh saking kencangnya sepeda. Sekilas melihat ayam yang dibaraknya seperti ayam ibu. Pelan-pelan Dedi meninggalkan sepedanya dan segera mandi sore. Dedi sadar ayam yang ditabraknya adalah ayam sekarat yang sedang ditunggui Ibu dikandangnya. 

Waktu makan malam tiba tetapi meja makan masih kosong. Kakak-kakak Dedi mulai ribut dan bertanya-tanya. Tidak biasanya meja makan kosong melompong cuma ada setoples krupuk dan kecap saos. Candra sudah habis 5 kerupuk yang dimakannya dengan saos tomat. Ayah dan Dedi yang tahu situasi menunggu diam kalem di depan TV. Ibu tidak kelihatan di kamarnya maupun dikamar mandi. Aji putra sulungnya mencari-cari keberadaan Ibu disetiap ruangan.
Bapak : " Bayu, kamu bikin nasi goreng ya!" Perintah bapak.
Bayu : "Shappp". Bayu siap beraksi dengan kreatifitasnya. Kata Ibu intinya masakan itu yang penting  dibumbui bawang sama garam. Mulailah Bayu melakukan uji coba. Bayu dianugrahi tangan yang cocok untuk memasak karena setiap masakan yang dimasaknya selalu enak. Kali ini Bayu bak pahlawan hingga dipuji-puji Candra dan dedi yang sudah kelaparan. Candra dan Dedi mengerubuti Bayu yang sedang memasak takut tidak kebagian nasi gorang. Melihat saudara-saudaranya bagai musafir yang sudah tidak makan berhari-hari, Bayu langsung membagi nasi goreng ke dalam 6 piring sedadil mungkin. Ibu makannya sedikit, Dedi dan Candra paling banyak, Bayu, Aji, dan Bapak porsi normal tetapi tetap banyak.

Aji membujuk ibu untuk istirahat makan dulu karena sudah jam makan malam dan pasti Bayu sudah memasak. Aji menggandeng paksa Ibu agar sejenak meninggalkan ayamnya dan makan malam bersama seperti biasanya.
Bapak : "Bu, ayo makan dulu!" Ajak bapak begitu melihat Ibu yang sedikit ditarik-tarik Aji karena seperti tidak berminat masuk rumah. Aji yang bertubuh jangkung memeluk badan ibu yang pendek. Tangannya yang panjang membuat ibu tidak dapat memberontak.
Ibu : "Aku nggak lapar pak"! Jawab ibu sekenanya sambil masuk ke kamar setelah Aji sedikit mengendorkan pegannya.
Dedi : "Hore... punya ibu kumakan ya?" Sorak Dedi tanpa dosa disambut jitakan kakak-kakaknya yang melayang dikepalanya.

Bayu kali ini yang mendapat tugas membujuk ibu karena yang lain sudah pasrah. Bayu mendekati ibu sambil membawa sekotak bakpia ubi kesukaan ibu. Bayu pura-pura bertanya cara membuat terong balado agar ibu teralihakn dari ayamnya. Ibu dan Bayu mengobrol sambil makan sekotak bakpia yang baru saja dibeli Aji diwarung Cicik. Nasi goreng dipiring ibu sudah habis dilahap Dedi sehingga harus ada makanan pengganti kesukaan Ibu yaitu bakpia ubi ungu. Bau bakpia harum dan masih hangat karena baru saja dimasak.

Ibu ;" Yu, anterin ibu ke kandang".
Bayu : "Ngapain bu malem-malem begini kok ke kandang?" tanya Bayu pura-pura tidak tahu menahu.
Ibu :"Sudah ayo, Ibu mau melihat keadaan si Bangkok yang hampir sekarat" Berdiri sambil mengambil paracetamol dan tempat air diikuti Bayu di sampingnya.
Ibu dan Bayu menuju kandang di samping belakang garasi. Mereka berjalan mengendap-endap agar ayam yang lain tidak terbangun dan kaget.
"Brakk..!" Bayu yang tidak mengenal kandang ayam ibu yang dalam kondisi gelap karena malam rupanya menabrak bambu yang lalu menjatuhi ayam-ayam yang sedang tidur di atas bambu-bambu lain yang disusun saling melintang. Sontak saja ayam-ayam ibu kaget terbangun dan terbang-terbang berlarian keluar kandang menabrak-nabrak Bayu yang berperawakan cukup besar dan tinggi.

"kokkk.. kokkk. kokkkkkkkk.kok.kok.kokk  petok petokkk tokk petokk kokok kok kookkokokk" Ramai sekali suara ayam yang kaget
Bayu :"Gimana ini bu? tanya Bayu yang tak kalah kaget disambar-sambar ayam terbang.
Ibu : " Sudah biarin aja, Ibu Mau melihat si Bangkok yang ada dikurungan itu". Tunjuk Ibu dengan mengarahkan lampu senter yang dibawanya.
Bayu:" Mau diapakan ayamnya Bu? tanya Bayu
Ibu :" Mau ibu obati", Jawab ibu sambil menyerahkan senter yang dibawanya kepada Bayu.
Ibu mencuil paracetamol menjadi empat bagian. Seperempat bagiannya ibu larutkan di sendok kecil lalu meminumkannya ke si Bangkok. Bayu hanya mengamati ibu dan menuruti semua yang diperintahkan ibu. Ibu sudah sangat putus asa. Ibu berharap sekali ayamnya akan mebaik keesokan harinya setealh diberi obat.

Ibu : "Cepet pulih ya kok" kata ibu pada si bangkok sebelum meninggalkannya di dalam kurungan.
Bayu : " Sudah bu? ayo masuk ke rumah sudah makin larut" ajak Bayu yang melihat ibu tidak segera beranjak dari depan kandang.
Ibu : "Ya, ayo, Ibu mau istirahat pusing". Sahut ibu yang memang pusing mikirin ayam bangkok kesayangannya.
Ibu langsung masuk ke kamar setelah meminum paracetamol sisa ayamnya. Bayu seketika dikerubutin saudara-saudaranya pensaran apa yang terjadi. Rambut dan pakainan Bayu acak-acakan dan kotor. Dedi yang sudah mengetahui dosanya hanya mengintip dari jauh di balik pintu kamarnya. Sangat cemas melihat keadaan Bayu yang terlihat kumal jangan-jangan dipukul ibu.

Setelah subuh, Ibu mengajak Bapak ke kandang. Kepala ayam ibu sudah lemas di tanah dan tidak bergerak. Sempat berkokok lemas Bapak segera menyadarkan Ibu bahwa ayamnya sudah pasti akan segera mati. Akhirnya ibu merelakan ayamnya untuk di sembelih. Ibu yang masih shock hanya memandangi ayamnya yang kini bulunya sedang dicabuti Bapak siap dimasak. Bapak sudah memprediksi ayam Ibu akan mati sehingga sudah mengasah pisau dan sebelum subuh sudah merebus air untuk memudahkan bulu ayam dicabuti. Sejak semalam Aji juga sudah diperintahkan Bapak untuk membeli ayam sebagai pengganti ayam ibu. Aji memesan ayam dari temannya si Budi yang orang tuanya berjualan ayam dan minta diantar kerumah sepagi mungkin supaya suasana hati ibu segera membaik.

Budi : "Assalamu'alaikum"! sapa Budi pada Aji yang sudah menanti di depan rumah.
Aji : "Walaikumsalam, kamu sudah kutunggu-tunggu Bud" Balas Aji dengan senyum sumringah sangat berharap suasana hati Ibunya segera membaik.
Budi : "Ji, ini ayamnya dapat 4 harganya cuma Rp 18.000,- cuma buat kamu" Kata Budi dengan bangganya berhasil menjual ayamnya sendiri.
Aji: "Ayamnya kok kecil-kecil to Bud?" Kaget melihat ayam kecil warna-warni yang di bawa temannya.
Budi : "Lha memangnya kamu mau beli yang besar? Kamu bilang mau beli ayamku? Ayamku ya kecil-kecil ini? Kalau ayam yang besar juga ada aku tinggal bilang bapakku". Setengah kecewa melihat reaksi Aji yang seperti tidak mengharapkan ayamnya.
Aji :" Ya sudah tidak apa-apa, nanti juga bisa besar". Sahutnya cepat setelah melihat Budi yang agak murung. Toh tidak mungkin membawa ayamnya ikut berangkat ke sekolah.









DEDI SI PELAKU TABRAK LARI

November 12, 2018 23 Comments
Dedi dan keluarganya membiasakan untuk sarapan dan makan malam bersama. Mereka duduk di ruang makan dengan meja kayu berbentuk persegi panjang. Bapak dan ibu Dedi selalu duduk di ujung meja saling berhadapan. Keempat anaknya duduk berhadap-hadapan dua-dua. Dedi si bungsu selalu duduk di dekat Ibu. Dedi sudah mau naik kelas tiga SD tetapi untuk makan masih selalu minta diambilkan Ibu. Usianya masih 9 tahun tetapi porsi makannya sudah seperti kakak-kakaknya yang sudah bujang. Ibu selalu makan paling sedikit saat di meja makan. Ibu sudah kenyang melihat 5 lelaki di rumahnya makan dengan banyak dan lahap.


Ibu berperawakan gemuk dan pendek. Tinggi ibu seolah-olah hanya separuh tinggi badan Aji putra sulungnya yang sudah kelas 2 SMA. Porsi makan ibu sebenarnya tidak banyak tetapi hobi ngemil macam-macam makanan. Wanita seperti Ibu bahkan wanita yang jauh lebih muda lainnya merasa meski hanya dengan minum air putih saja beratnya bisa naik. Semakin bertambah usia, seseorang akan mendekati berat badan idealnya meski makan dengan porsi sedikit. Meski bentuk badan seseorang terlihat kecil, semakin bertambah usia massa tulangnya juga akan semakin berat. Jadi seharusnya jangan terlalu mempermasalahkan berat badan yang penting sehat dan posturnya bagus serta terihat bugar.

Lauk makan malam hari ini adalah ayam kampung bumbu. Tadi pagi Bapak menyembelih ayam jago bangkok kesayangan ibu. Ayam ini berwarna merah, bercengger, sedikit ubanan di kepalanya. Kokoknya keras dapat membangunkan orang  sekampung serta memiliki postur besar dan gagah. Ibu menyebutnya ayam jago terganteng sekampungnya. Ayam jago ini  sangat penting bagi ibu karena pintar membuat ayam-ayam betina ibu sering bertelur. Ayam ini ditabrak Dedi dengan sepeda kemarin sore. Dedi naik sepeda kebut-kebutan dengan temannya si Budi. Mereka sedang balap sepeda melintasi kebun-kebun yang penuh pohon-pohon dan jalan berkelok-kelok tanpa melihat ada ayam Ibu yang sedang berjalan-jalan manja diikuti beberapa ayam betina. Saking kencangnya tabrakan, Dedi hampir terjatuh dan rupanya ayam itu sampai tidak bisa jalan. Dedi tidak memperdulikannya masih sambil melaju kencang. Mbak Nurlah yang menemukan ayam naas itu. Dia mendengar suara kokok-kokok ayam dibelakang rumahnya tanpa henti. Dia mengenali ayam jago itu dengan baik lalu berteriak-teriak memanggil Ibu Dedi. Ibu Dedi sangat terpukul melihat ayam jago kesayangannya sudah tidak berdaya. Ayam itu berdarah dan sudah tidak dapat beridiri.

Ibu : "Pak, si bangkok hampir mati". (Ibu membopong ayam kesayangannya mendekati bapak yang sedang bersantai di teras).
Bapak : "Kenapa bu?" (Bapak mencermati kondisi ayam ibu)
Ibu : "Sepertinya digebukin orang, kasihan ya pak ayam kita" (dengan rasa sedih meletakkan ayamnya di teras sambil memberi minum)
Bapak : "Kita sembelih saja ya bu ayamnya sudah parah seperti itu?"
Ibu : "Kok disembelih to pak? kurawat dulu" (Ibu agak kesal mendengar jawaban bapak yang tidak berperasaan lalu pergi ke kandang, memasukkan ayamnya ke dalam kurungan sambil memberi makanan berharap ayamnya segera pulih).


bersambung...




KEHAMILAN YANG TIDAK DIINGINKAN

Oktober 21, 2018 15 Comments
Rasa cinta kasih memang fitrahnya manusia. Namun, jangan sampai kebablasan hingga berzina. Tidak semua pasangan menikah dalam kondisi ideal. Namun yang terbaik memang yang ideal. Asalkan tidak ada yang dilanggar dan atas dasar untuk mendapatkan RidhoNya adalah pernikahan yang sempurna. Banyak Janda yang menikah dengan lajang yang usianya jauh lebih muda. Tak jarang laki-laki tua mendapat istri yang sangat muda. Pasangan yang sudah menikah berkali-kali juga banyak. Menikah sepertinya mudah tetapi lebih sulit mempertahankan pernikahan. Bagaimana jika sudah melakukan hubungan seksual sebelum menikah dan hamil? tentunya ini akan sangat menimbulkan masalah.

Perempuan baik untuk laki-laki baik.
Hubungan seksual pranikah tidak hanya marak dilakukan kaum dewasa. Remaja dan anak-anak sudah banyak yang melakukannya. Bermula dari coba-coba hingga ketagihan. Mulai dengan 1 pasangan hingga berganti-ganti pasangan. Entah karena pengaruh media, lingkungan atau karena sudah pubertas dini. Pubertas pada perempuan lebih terlihat daripada laki-laki. Perempuan yang sudah puber akan mengalami menstruasi/ haid yang pertama. Perempuan usia 7-8 tahun sudah banyak yang menstruasi. Tanya saja saudara atau teman kalian atau kalian sendiri menstruasi usia berapa? Gue generasi 90an dan menstruai pertama umur 15 tahun 9 bulan sepupu gue yang seumuran menstruasi pertama di usia 9 tahun. Sudah menstruasi berarti sudah bisa hamil. Jadi, para perempuan kalian harus cerdas dan bijaksana dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis.
Hubungan seksual pranikah lebih banyak berakhir dengan kehamilan yang tidak diinginkan. Selain dosa besar juga merupakan aib. Sebagian besar korban atau yang merugi adalah pihak wanita terlebih lagi lagi jika sampai hamil dan pasangan seksnya tidak mau bertanggungjawab. Bahkan  jikaprianya mapan, berkarir baik, atau anak orang kaya tetap saja wanita yang dianggap memanfaatkan situasi. Sungguh kasihan para wanita. So jadi wanita jangan bodoh yang akhirnya merugi dunia akhirat.


Silahkan baca hadits2 ini. Saat ada wanita yg mengaku berzina, Nabi tidak langsung merajamnya. Nabi menyuruhnya pulang dan kembali setelah melahirkan. Saat wanita tsb kembali kepada Nabi setelah melahirkan, Nabi tidak merajamnya. Namun menyuruh pulang dan kembali setelah menyusui anaknya. Pada hadits lain, saat seseorang mengaku berzina, Nabi memalingkan mukanya. Hingga orang tsb mengulang pengakuannya berzina sampai 4x, Nabi tetap memalingkan mukanya. Kemudian ada hadits yg menunjukkan bahwa suami yg menuduh istrinya berzina itu harus bisa mendatangkan saksi yg adil. Jika tidak, si penuduh tsb dicambuk. Dari hadits2 tsb jelas bahwa Nabi tidak aktif mencari orang2 yg berzina untuk dirajam. Saat wanita yg berzina itu pulang setelah disuruh Nabi kemudian dia kabur, Nabi tidak akan mengejarnya. Begitu pula saat orang yg mengaku berzina sekali dan saat Nabi berpaling dia pulang, niscaya dia lepas dari hukuman rajam. (https://kabarislamia.com/2014/05/07/cara-nabi-menghukum-pezina/)
Gue sepakat untuk mengasingkan para pezina daripada di rajam atau dikasuskan ke ranah hukum. Karir atau masa depan mereka bisa jadi lebih baik. Bayangkan jika pezina tetap berada di lokasi domisili, terlebih masih usia sekolah, yang tadinya anak berprestasi di sekolah akan menjadi terpuruk, putus sekolah bahkan mencoba bunuh diri karena tidak sanggup menahan gunjingan tetangga atau beban hidup. Jika dia dipindahkan ke tempat asing mungkin kemungkinan masih bisa melanjutkan sekolah, kuliah, hingga bekerja sehingga mampu dan bahkan bisa menjadi orang sukses.
MOTIF MENGGUGURKAN KANDUNGAN YANG BIASA DITEMUI DI FASILITAS KESEHATAN PERTAMA


MINTA OBAT PELANCAR HAID

Pasien mengatakan haidnya tidak lancar atau terlambat haid dan tidak pernah berhubungan seksual. Tetap kita lakukan tes kehamilan sebagai data obyektif. Beri konseling dan lakukan kolaborasi dengan psikolog.

Alat tes kehamilan.
Ketika di tes muncul 2 garis berarti perempuan itu positif (+) hamil.

MINTA KONTRASEPSI DARURAT

Pasien biasanya mengatakan dia sangat menyesal dan baru berhubungan seksual untuk yang pertama kali. Untuk pasien yang seperti ini tidak dapat kita lakukan tes kehamilan karena alat tes yang biasa digunakan baru dapat mendeteksi positif atau garis merahnya muncul 2 garis setelah sekitar 4 minggu. Yang dapat kita lakukan adalah memberi konseling dan merujuknya ke psikolog dan mengembalikan kepada keluarganya.

MINTA DIPASANG IUD (iNTRA UTERINE DEVICE)

Spekulum/ cocor bebek yang digunakan sebelum memasang IUD
Masyarakat umum mengenal IUD sebagai spiral. IUD adalah metode kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim. Benih kehaliman atau hasil konsepsi akan menancap atau nidasi di dalam rahim sehingga apabila rahim dipasang IUD akan menimbulkan kandungannya dapat gugur. Pastikan pasien yang datang masih sedang haid menjelang hari terakhir. Selain sudah pasti tidak hamil, pada saat haid  porsio atau mulut rahim posisi lebih terbuka. Untuk pasien yang sangat memaksa untuk dipasang IUD karena berbagai alasan, pada saat kita akan memasang kita akan melihat porsio saat menggunakan cocor bebek. 
Porsio/ mulut rahim adalah bagian dari rahim/ uterus yang dapat di lihat langsung dengan menggunakan alat yang disebut cocor bebek (Speculum). 
Porsio atau mulut rahim wanita yang sedang hamil melunak. Ketika terlihat tanda-tanda kehamilan jangan sekali-kali memasang IUD. Lakukan tes kehamilan, kolaborasi dengan nakes lain, beri konseling dan arahkan untuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.




Proses pengguguran kandungan  merupakan salah satu tindak pidana terlebih jika memang direncanakan atas dasar yang tidak baik. Proses tersebut sangat berisiko juga untuk wanitanya karena dapat menimbulkan infeksi, perdarahan hingga kematian. Seandainya bayi dapat bertahan sampai lahir, jika gizi atau bahkan ibunya melakukan hal-hal untuk menggugurkan kandungan, kemungkinan untuk bayi lahir cacat akan tinggi. Sangat berbeda dengan mengugurkan kandungan karena alasan medis. Misalnya ibu menderita cancer, kehamilan akan memperparah penyakitnya atau janinnya memang buruk/tidak berkembang/cacat dan sebagainya akan menjadi alasan yang dapat dibenarkan secara medis.

Pasien yang datang dengan kasus kehamilan tidak diinginkan harus mendapat perhatian kusus. Identitas dan anamnesanya harus sangat detail. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin. Nomor HP, alamat tempat tinggal, alamat sekolah, kampus atau tempat bekerja, patner seksnya juga harus digali. Jika pasien yang datang berdomisili dalam 1 wilayah, kita dapat menghubungi lintas sektor dan tokoh masyarakat. Namun juka pasien berdomisili dari luar wilayah sungguh sulit untuk dilacak. Dalam hal ini sebaiknya dibentuk lembaga atau forum koordinasi lintas daerah. Selama ini karena terikat otonomi daerah, pemerintah daerah lebih fokus untuk menangani masalah di daerahnya sendiri. Misalnya kita bekerja di Depok, sedangkan pasien dari Bogor ini akan cepat tertangani jika ada semacam wadah untuk menjembataninya.

Lembaga yang bertugas menangani masalah hubungan seksual pranikah hingga kehamilan tidak diinginkn juga harus ada di setiap daerah agar tidak terjadi unsafe abortion atau kasus bayi dibuang kematian ibu/bayi dan sebagainya.